Ads

Dari dua eskalator, satu di antaranya mati dan tangga manual pun belum berfungsi. Alhasil, masyarakat pun menumpuk


beritankri21.blogspot.com - Sambil berdesakan, teriak warga Mereka berebut untuk turun ke bawah. Antrean pun tidak beraturan. Dari tujuh  baris menyempit menjadi dua  baris, sehingga terpaksa masyarakat mengantre cukup lama.

Kondisi ini merupakan gambaran singkat di jembatan penyebrangan orang (JPO) baru Stasiun Tanah Abang, Jumat (10/3/2017) sore. Pada jam-jam sibuk, seperti pergi dan balik kantor, masyarakat berdesak-desakan berpindah antar-peron.

Kondisi ini semakin diperparah lantaran eskalator dan tangga manual belum berfungsi maksimal. Contohnya eskalator dan tangga manual untuk menuju dan dari peron dua  dan 3 .

Dari dua  eskalator, satu  di antaranya mati dan tangga manual pun belum berfungsi. Alhasil, masyarakat pun menumpuk.

"Jika fasilitas baru begini, justru jadi merepotkan," kata Adrian (32), salah satu penumpang, sambil berdesak-desakan menuju peron 2  dan tiga , Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Adrian menyarankan bila ada fasilitas yang belum berfungsi, harusnya belum dibuka untuk publik. Apalagi, JPO ini menjadi salah satu fasilitas penyeberangan antar-peron, setelah penyeberangan di bawah ditutup. Konsentrasi penyeberangan penumpang pun menumpuk di atas JPO.

Pendapat serupa juga diberikan oleh Rianti (37). Penumpang kereta rel listrik (KRL) tujuan Bogor ini merasa JPO belum efektif bila membuat penumpukan penumpang.

Dia mengakui bahwa keberadaan JPO membuat aman penyeberangan antar-peron, tetapi masih memakan waktu sebab antre.

"Ini saya dari masuk stasiun sampai di JPO sudah hampir lima  menit lantaran penuh. Kalau nyeberang di peron bawah biasanya 2  menit sebab kan besar jalannya," kata Rianti.

Rata-rata penumpang sudah mengetahui waktu keberangkatan kereta mereka. Karena itu, oleh Dengan adanya JPO, diakui mereka tertinggal kereta pada jadwal biasa.

"Saya biasa naik kereta Bogor sekitar pukul 16.20, jadi ini naik kereta sekitar pukul 16.30," kata ia.

sementara itu, petugas KRL di JPO tidak ada yang bisa dikonfirmasi terkait penyebab belum berfungsinya sejumlah eskalator dan tangga manual. Informasi itu disampaikan oleh mereka menyebut tidak mempunyai kewenangan untuk.

JPO Stasiun Tanah Abang mempunyai panjang enam puluh meter dan lebar 6 meter. JPO ini dilengkapi dengan tiga  tangga manual dan enam  eskalator. Pada sisi kanan dan kiri JPO juga dipasang kaca. Bersamaan dengan pengoperasian JPO, bangunan hall baru di sisi utara Stasiun Tanah Abang dengan pintu masuk utama yang dibuka melalui jalan Jatibaru juga mulai difungsikan.

Hall itu dilengkapi dengan fasilitas lima belas gate elektronik yang dapat digunakan untuk transaksi tiket masuk dan keluar Stasiun Tanah Abang.












Raja Salman

SHARE

Author

Hi, Its me Hafeez. A webdesigner, blogspot developer and UI/UX Designer. I am a certified Themeforest top Author and Front-End Developer. I'am business speaker, marketer, Blogger and Javascript Programmer.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Disqus Shortname

Comments system