
beritankri21.blogspot.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menuding adanya keterlibatan pihak yang disebutnya sebagai penguasa tertinggi untuk mencurangi pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan 3 , Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Jegal yang dimaksudkannya di sini merupakan adanya usaha mengarahkan Anies dan Sandi terjerat kasus, seperti pemanggilan Sandi oleh kepolisian untuk menjadi saksi laporan kasus 4 tahun lalu.
Hal itu dilontarkan Fadli usai bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan beberapa petinggi partai. Sandi turut hadir dalam pertemuan yang diadakan di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/3/2017) malam.
"Ya pastinya berat lantaran kita menghadapi oknum kekuasaan saat ini ini. Segala macam tadi, ada laporan enggak bermutu aja dilaporkan. Jadi pendekatan sudah irasional yang dilakukan oknum penguasa," kata Sandi.
"Oknum penguasa kan keliatan. Itu seperti terasa, tapi tidak gampang dibuktikan. Tapi jelas sekali kok dari penguasa yang tertinggi. Ya tertinggi pikir aja kira-kira siapa? Itu pendapat aku," ujar Fadli saat ditanyakan oknum penguasa yang dimaksudkannya.
Walaupun menuding adanya keterlibatan penguasa tertinggi untuk menjegal Anies-Sandi, Fadli yakin Anies-Sandi tetap akan memenangi Pilkada DKI 2017. Sebab itu, ia menyatakan pihaknya bakal berupaya mencegah terjadinya kecurangan saat dilakukannya pemungutan suara.
"Ini kan suara rakyat, yang menentukan rakyat di TPS. Kita tidak ingin dicurangi seperti yang kemarin itu curangnya tidak biasa. Di apartemen dan perumahan tertentu ada yang surat undangan dibeli," ujar Fadli.
Tak hanya itu, dia juga meminta agar aparat pemerintah tetap netral dan tidak terlibat dalam kecurangan.
"Demokrasi wajib jujur adil, tidak boleh ada usaha kecurangan untuk berpihak. Aparat keamanan juga demikian. Aku kita aparat keamanan tak boleh berpihak, apa tersebut Polri arau BIN. Jadi wajib menjadi aparatur yang netral. Begitu juga dengan KPUD dan Bawaslu," kata Fadli.


0 comments:
Post a Comment