
beritahotnkri.blogspot.com - Perseroan Terbatas Angkasa Pura I menyatakan, termin awal pembangunan bandara internasional di Kulon Progo dimulai dari pembuatan landas pacu atau runway sebagai bagian infrastruktur utama dan pengerjaannya paling membutuhkan waktu lama.
"Pertama kali dikenal sebagai runway, lalu apron untuk pesawat, lalu baru terminal," kata Direktur Angkasa Pura (AP) I Danang S Baskoro di Yogyakarta, Senin (6/2/2017).
Menurut Danang, dana paling gede dibandingkan infrastruktur lainnya diperlukan oleh pembangunan runway diperkirakan. Dari total investasi pembangunan bandara Rp sepuluh trilun, 10-30 persen akan dihabiskan untuk pengerjaan runway.
Selain itu, lanjut dia, runway bandara yang ditargetkan memiliki tidak pendek 3.600 meter atau 3 kilometer lebih tersebut membutuhkan banyak persyaratan terkait lingkungan seperti analisis mengenai akibat lingkungan (Amdal), Area Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), serta mempertimbangkan analisis dari Tubuh Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Tapi aneka mitigasi terhadap kondisi alam maupun teknis yang ada di Kulon Progo seluruh telah kami perhitungkan," kata dia.
Runway di bandara baru tersebut, menurut dia, bakal memiliki lebar enam puluh meter atau lebih lebar dari Bandara Achmad Yani, Semarang atau Bandara Adi Sumarmo, Solo yang memiliki lebar empat puluh lima meter.
menurut dia, Yogyakarta sebagai destinasi wisata kedua dijadikan oleh diharapkan menjadi bandara yang utama dan sesudah Bali. Apalagi apron (pelataran pesawat) yang bakal disediakan mencapai dua puluh delapan apron.
"Sehingga nanti bukan hanya pesawat dari Singapura saja yang bisa direct flight (penerbangan langsung) tetapi hingga dari Timur Tengah dan Eropa juga bisa," kata dia.
Menurut dia, walaupun baru tahap pertama pembangunan yang ditargetkan usai pada Maret 2019, sampai sekarang sudah banyak manajemen maskapai penerbangan yang mau masuk di bandara tersebut.
"Kalau sekarang boleh bisa slot-nya mereka telah ingin masuk," kata Danang.

0 comments:
Post a Comment