
beritahotnkri.blogspot.com - Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski menyebut, bekas Presiden Alejandro Toledo yang didakwa menerima dana suap dari firma konstruksi Odebrecht S.A., telah mengkhianati negara dan rakyat.
Menurut Kuczynski di 5 , Minggu atau Senin WIB (6/2/2017), Toledo wajib segera dikembalikan ke Peru untuk diadili.
Asal Brasil itu, jaksa mempersiapkan surat perintah penangkapan Toledo menyusul bukti suap 20 juta dollar AS dari firma
Selama pemerintahan Toledo, pihak Odebrecht mengaku mendistribusikan uang sebesar itu demi memenangkan kontrak
Berdasarkan informasi dari sebuah sumber di Kantor Kejaksaan Peru, aparat mendeteksi uang sebelas juta dollar AS. ditransfer ke mitra Toledo.
Temuan-temuan ini yang kemudian mendorong aparat melakukan penggeledahan di kediaman Toledo di 5 pada Minggu WIB.
Mantan Presiden yang telah membantah tuduhan suap itu, pada Minggu kemarin berada di Perancis. Tetapi keberadaan tentunya sekarang tak diketahui.
"Sangat terpukul dengan berita tentang mantan Presiden Toledo," kata Kuczynski dalam pernyataan yang disebarkan kantor presiden setempat, seperti dikutip Reuters.
"Ini pengkhianatan bagi rakyat Peru, ini pun mengkhianati kerja keras dari koleganya-koleganya," sambung Presiden.
"Ini sungguh menyedihkan. Dirinya keluar dan kembali ke Peru dan menjawab semua pertanyaan yang ada diluruskan dia mesti. Kuczynski merupakan Menteri Keuangan dan Perdana Menteri di Peru.
Sebelumnya, dia pun sudah membuat deklarasi bahwa ia tidak ikut andil dalam negosiasi antara pihak Odebrecht dan Toledo itu.
Kendati demikian, Presiden Kuczynski saat ini menjadi subjek penyelidikan awal terkait tanda tangan yang ia berikan di tahun 2006 untuk kontrak karya kepada Odebrecht dan perusahaan Brasil lainnya.
Tapi Kuczynski menampik berbuat salah.
Selain Peru, kontrak kerja di seluruh Amerika Latin dimenangkan oleh odebrecht pun sudah mengaku membagikan ratusan juta dollar AS untuk dana suap demi. Pengakuan tersebut memantik pertanyaan dari Argentina ke Panama.

0 comments:
Post a Comment